Senin, 13 Juni 2016

Mimisan pada Anak

Pada umumnya mimisan adalah penyakit yang sering dialami oleh siapapun. Pengobatannya cukup dengan daun sirih, caranya hanya menggulung daun sirih tersebut lalu dimasukkan kedalam bagian lubang hidung.

Penyebab Mimisan pada Anak


Diantara penyebab mimisan pada anak yang sangat banyak, yaitu:
  1. Polusi yang kotor.
  2. Infeksi.
  3. Air putih yang kurang.
  4. Situasi cuaca yang berubah-ubah.
  5. Vitamin C yang kurang digunakan.
  6. Jatuh yang terkena bagian hidung.
  7. Membersihkan hidung terlalu dalam.
  8. Proses buang ingus yang terlalu kencang.
  9. Udara yang kering dan dingin.
  10. Bentuk hidung yang bengkok.
  11. Sinusitis akut atau kronis.
  12. Iritasi akibat senyawa kimia.
  13. Tumor pada rongga hidung.
  14. Kelainan pada kemampuan pembekuan darah.
  15. Kelainan darah.
  16. Infeksi sistemik.

Cara Mengatasi Mimisan Pada Anak


Tidak usah bingung bagaimana cara mengatasi mimisan pada anak, cukup dengan cara dibawah ini:
  1. Dudukkan anak, agar hidung lebih tinggi dari jantung.
  2. Jangan ditidurkan terlentang, sebab aliran darah ke hidung bertambah deras.
  3. Bungkukkan badannya ke depan sedikit.
  4. Tekan cuping hidung selama kurang lebih 5 menit.
  5. Pada hidungnya bisa diberikan kompres dingin untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
  6. Bila setelah 5 menit mimisan belum berhenti, tekan lagi cuping hidung selama 10 menit.
  7. Akan tetapi jika tetap berdarah, bawalah ank ke rumah sakit terdekat.
  8. Akan lebih baik lagi jika setelah melakukan pertolongan pertama, konsultasikan pada dokter.

Adapun dengan menggunakan bahan-bahan herbal, diantaranya:
  1. Menggunakan es batu dengan cara tempelkan ke hidung.
  2. Dengan memasukkan daun sirih ke dalam lobang hidung.
  3. Daun kangkung juga dapat mengatasi mimisan, yaitu cukup mengkonsumsi air dari daun kangkung yang telah direbus terlebih dahulu.
  4. Anda juga bisa menggunakan kacang tanah, cukup dengan direbus, lalu airnya diminum.
  5. Akar alang-alang yang biasanya digunakan sebagai obat sariawan, akan tetapi juga bisa digunakan untuk mimisan.
  6. Rambut yang dimiliki buah jagung juga bisa memberhentikan pendarahan pada hidung.

Cara Mencegah Mimisan Pada Anak


Selain adanya penyebab penyakit yang menyebabkan mimisan pada anak, maka penyebab itu bisa dicegah dengan melakukan beberapa tips seperti dibawah ini:
  • Menggunakan penutup hidung.
  • Mengorek hidung dengan hati-hati.
  • Hindari rokok ataupun asap rokok.
  • Hati-hati membuang ingus.
  • Hindari mencium bahan kimia seperti bensin.
  • Jaga kuku anak agar selalu pendek.
  • Jaga bagian dalam hidung selalu lembab.
  • Melembabkan ruangan atau kamar tidur, apabila udara dirumah kering.
  • Hindari bermain diluar pada saat udara kering dan panas.

Jika ketika langkah pencegahan sudah dilakukan, anak Anda masih bisa terjadi mimisan sesekali. Cobalah untuk tidak panik, karena mimisan pada anak biasanya tidak berbahaya dan sesalu mudah berhenti.

Pendarahan Pada Kehamilan

Pendarahan bisa terjadi pada beberapa wanita hamil baik saat hamil muda maupun hamil tua. Namun, pada umumnya membuat kita panik dan menganggap sedang keguguran. Maka dari itu kita harus tetap berhati-hati dan waspada serta mengetahui jenis-jenis pendarahan saat hamil.

Pendarahan Hamil Muda 1-3 Bulan


Pendarahan paling sering terjadi pada masa usia kehamilan 3 bulan pertama. Pada kehamilan 3 bulan pertama, ada beberapa sebab pendarahan yang bisa kita lihat juga, seperti:
  1. Pendarahan implantasi terjadi karena setelah adanya pembuahan pada sel telur, maka sel telur akan segera menempel pada dinding rahim untuk selanjutnya berkembang sebagai janin. Pendarah implantasi terjadi pada usia kehamilan 1-2 bulan, khususnya pada usia 6-12 minggu atau bisa dibilang pada 1-2 bulan setelah terjadi pembuahan.Pendarahan seperti ini darah yang keluar lebih sedikit jika dibanding darah haid Anda, dan warnanya pun lebih gelap. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat terjadi pendarahan implantasi, karena ini adalah hal normal yang terjadi saat awal hamil dan hanya terjadi 1-2 hari saja.
  2. Keguguran adalah hilangnya janin sebelum usia kehamilan 20 minggu. Keguguran yaitu hal yang paling ditakuti dan dikhawatirkan oleh para calon ibu. Keguguran terjadi pada 12%-15% wanita hamil, keguguran ini paling sering terjadi pada 3 bulan pertama, khususnya pada usia kehamilan 12 minggu atau 2-3 bulan. Pendarahan yang terjadi akibat keguguran bisa terjadi dalam jumlah darah yang sedikit ataupun banyak.
  3. Kehamilan ektopik yang bisa diebut juga dengan kehamilan luar rahim, hal ini terjadi karena sel telur yang telah dibuahi tidak berada pada rahim namun diluar rahim. Pembuahan yang menyebabkan kehamilan ektopik, yaitu sel telur dibuahi didalam tuba falopi. Apabila embrio tetap berkembang dan membesar dalm tuba falopi, maka tuba falopi bisa pecah dan sangat membahayakan, mengancam jiwa sang ibu. Akan tetapi, kehamilan ini jarang terjadi, hanya sekita 1%-2% pada wanita hamil.
  4. Hamil Anggur atau Kehamilan Molar yaitu dimana ada jaringan lain yang tumbuh dalam rahim namun itu bukan janin. Kejadian ini terjadi karena adanya kanker dalam rahim. Kehamilan ini disebut juga hamil palsu atau hamil semu.
  5. Pendarah serviks terjadi karena adanya perubahan pada serviks yang terjadi karena pada masa kehamilan akan terjadi produksi darah yang lebih banyak. Darah dalam tubuh memenuhi adanya calon janin ini mengalir keleher rahim dan bergesekan dengan serviks yang memicu adanya pendarahan. Namun pada sisi baiknya, pendarahan ini tidak membahayakan bagi sang ibu maupun janin.
  6. Infeksi bisa mengakibatkan pendarah pada saat hamil muda, contohnya infeksi pada serviks, infeksi pada kemaluan dan infeksi yang terjadi akibat penyakit menular pada kemaluan misalnya herpes.

Pendarahan Hamil Tua 4-9 Bulan


Pada usia kehamilan diatas 3 bulan dimana janin biasnya sudah menempel kuat pada rahim. Rahim juga sudah menyesuaikan dan berkembang untuk janin. Maka, pendarahan pada usia hamil tua ini harus diwaspadai. Segera bawa ke dokter apabila terjadi pendarahan pada usia kehamilan diatas 3 bulan. Penyebab pendarahan hamil tua, yaitu:
  • Pendarahan akibat plasenta previaharus segera ditangani. Hal ini terjadi karena letak dari plasenta yang sangat rendah pada rahim dan menyebabkan menutupi leher rahim.
  • Pendarahan karena lepasnya plasenta hanya terjadi 1% saja pada saat kehamilan. Pendarahan karena lepasnya plasenta biasnya terjadi sebelum proses kelahiran atau pada saat melahirkan.

Pencegahan Pendarahan Saat Hamil


Waspada dan lakukan pencegahan pendarahan saat hamil. Jika terjadi pendarahan, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:
  1. Mengamati jumlah pendarahan dengan menggunakan pembalut atau pantiliner.
  2. Jangan memasukan apapun kedalam kemaluan termasuk hindari hubungan sek.
  3. Berbaring dan istirahat supaya tubuh tidak kelelahan. Konsultasikan ke dokter dan minta penguat kandungan jika dibutuhkan.
  4. Hindari pekerjaan berat terutama pada 3 bulan pertama kehamilan.
  5. Cari bantuan, segera bawa kedokter atau rumah skit terdekat.
  6. Lupakan high heels untuk sementara waktu.

Apabila Anda mengalami pendarahan, maka dianjurkan untuk melakukan pencegahan pendarahan berlanjut seperti diatas sampai Anda mengetahui penyebab pendarahan.

Sekilas Pendarahan

Pengertian Pendarahan

Pendarahan adalah kondisi dimana seseorang kehilangan darah. Darah dapat ditemukan pada organ tubuh dan pembuluh darah. Jika organ tubuh atau pembuluh darah mengalami kerusakan, darah dapat mengalir dengan bebas baik di dalam maupun di luar tubuh. Pendarahan dalam yaitu jika darah mengalir di dalam tubuh. Sedangkan pendarahan luar yaitu darah yang mengalir melalui lubang pada kulit atau celah alami tubuh, seperti vagina, rektum, mulut, hidung atau telinga.



Faktor pendarahan luar ataupun dalam adalah penyakit dan cedera. Yang disebut hemostasis adalah tubuh memiliki metode tersendiri untuk mencegah terjadinya pendarahan yang parah. Ketika tubuh mendeteksi bahwa ada darah yang mengalir dari pembuluh darah yang pecah, tubuh akan membekukan darah untuk menutup luka dan menghentikan aliran darah. Lalu, tubuh akan memulai proses penyembuhan.

Akan tetapi, jika tubuh terluka parah, tubuh tidak akan memiliki banyak waktu yang cukup untuk membekukan darah. Jika tubuh kehilangan terlalu banyak darah, organ tubuh akan mulai berhenti bekerja dan menyebabkan kematian.


Penyebab Pendarahan


Penyebab dari pendarahan dibagi menjadi 2, yaitu penyakit dan cedera. Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan pendarahan, seperti leukimia, kanker paru-paru, bronkitis akut dan penyakit hati. Sedangkan penyebab pendarahn dari cedera, pada organ tubuh menyebabkan pmbuluh darah pecah, meskipun tidak ada tusukan pada kulit misalnya memar akibat pukulan yang keras. Menstruasi juga dapat menyebabkan pendarahan, akan tetapi menstruasi merupakan jenis pendarahan yang dialami wanita secara alami.

Gejala Pendarahan


Gejala pendarahan bisa terjadi saat hilangnya darah baik melalui luka luar atau luka dalam. Jika pendarahan tidak dihentikan, pasien dapat mengalami syok bahkan demam atau infeksi.

Pendarahan harus seegera mungkin dihentikan agar tubuh tidak kehilangan terlalu banyak darah. Pasien harus segera mendapatkan pertolongan medis. Dan jika tidak ada ahli kesehatan di dekat pasien, seseorang yang telah terlatih untuk memberikan pertolongan pertama harus mencoba menghentikan pendarah.